Ratusan turis asing asal Eropa tertahan di Bali sebagai dampak awan abu vulkanik gunung berapi Eyjafjallajokull di Islandia, yang mengacaukan layanan penerbangan lintas dunia. Akibat adanya penumpukan penumpang ini, pihak bandara dan imigrasi Ngurah Rai Bali melakukan persiapan guna mengantisipasi ledakan penumpang turis Eropa, saat penerbangan sudah kembali normal.

Hingga saat ini, PT Angkasa Pura I Bandara Ngurah Rai Bali telah menerima laporan adanya 600 lebih turis asing asal Eropa yang tertahan di Bali, sebagai dampak abu awan vulkanis di Islandia. Laporan ini disampaikan 5 maskapai penerbangan asing yang melayani penerbangan lanjutan (connecting flight) dari Bali ke Eropa.

Terkait penumpukan penumpang asal Eropa di Bali, pihak Bandara Ngurah Rai telah melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait. Koordinasi difokuskan pada upaya antisipasi mengatasai ledakan penumpang asal Eropa, saat penerbangan sudah mulai normal.

“Pihak maskapai penerbangan diminta untuk melaporkan penumpangnya yang batal berangkat dan tinggal lebih lama di Bali. Pihak imigrasi akan memberi toleransi atau kemudahan kepada wisatawan yang visanya sudah melebihi masa tinggal atau overstay,” jelas General Manager PT Angkasa Pura I Ngurah Rai Bali, Heru Legowo (20/4).

Ratusan wisatawan asal Eropa yang tertahan di Bali, sebelumnya sudah mengantongi tiket pulang kembali ke negaranya di Eropa. Tapi kini semua penerbangan ke Eropa yang tertera di tiket dibatalkan, untuk mengantisipasi dampak buruk abu vulkanis gunung berapi Eyjafjallajokull di Islandia.

Sebagian wisatawan asal Eropa memilih untuk memperpanjang masa tinggal di Bali. Sebagian lagi memilih tetap meninggalkan Bali, mekipun tidak ada jaminan akan mendapat penerbangan ke Eropa