Pasca kasus klaim tari Pendet oleh Malaysia, Dinas Kebudayaan Bali, melakukan pendataan kesenian tradisonal yang ada di Bali. Kesenian yang telah terdata ini selanjutnya akan dibuatkan perlindungan hukum agar tidak disalahgunakan negara asing lagi.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan Propinsi Bali, Ida Bagus Sedhawa, usai melakukan pertemuan dengan kalangan seniman, akademisi, dan unsur terkait di Denpasar Bali, hari ini.

“Dalam pertemuan tadi, perwakilan berbagai komponen masyarakat Bali menyatakan keberatan jika Tari Pendet digunakan sebagai alat promosi wisata Malaysia,” kata Sedhawa.

Pasca kasus klaim tari Pendet ini, kata Sedhawa, Dinas Kebudayaan Bali akan melakukan pendataan berbagai jenis seni pertunjukan dan tabuh tradisional yang ada di Bali.

“Setelah didata, berbagai jenis seni tradisional ini akan kita ajukan ke pusat untuk didaftarkan hak ciptanya, baik secara komunal maupun perorangan. Jika sudah ada payung hukumnya, akan mudah nanti urusannya jika ada masalah di kemudian hari,” ujarnya. (dev)