Kami menerima

No. Rek: 1461656451
 Acc. : I Made Suastama

Acc. Bank MANDIRI :
145-00-1027290-0

Rek : I Made Suastama

Joint and Follow :



 

 

Archive for the ‘Info Wisata Bali’ Category

Penginapan Murah Poppies Lane Kuta Bali

Popies lane adalah sebuah Lorong atau gang kecil di sebuah jalan yang sangat terkenal seantero dunia karena nightlife-nya, dan merupakan Tujuan para backpacker/budger traveller karena penginapan murah dan bersih

Waktu itu saya menyewa sebuah penginapan yg berada di Gg. Ronta, Poppies Lane I, Terkesan seperti kost2an memang tempatnya, tarifnya antara 80k-200k/Hari

Rata2 Penginapan disana mempunyai fasilitas 2 tempat tidur, kamar mandi di dalam, Kipas Angin atau AC dan Light breakfast di pagi hari. Lama penginapan dapat harian, mingguan, atau bulanan. Untuk mingguan dan bulanan dapat meminta diskon kepada petugas penginapan, discount bisa sampai 20 % untuk 1 bulan.

Menurut saya tempat yang paling favorite untuk “pelabuhan pertama” di Bali adalah sekitar Kuta. Selain daerah ini terdapat Pantai Kuta yang terkenal (200 m dari Poppies Lane), juga mempunyai fasilitas yang lengkap: Penginapan yang murah & bersih, Restorant makanan barat & lokal yang cukup terjangkau, ATM, Internet, Mini Market/Circle K 24 jam, Toko pakaian & souvenir yang relatif murah asal nawar, dan banyak bule-bule (di antaranya banyak yang 1/2 bugil) berseleweran.

Berikut Daftar2 penginapan di Poppies Lane I dan Poppies Lane II

  1. lawalon hotel Poppies Lane 1 0361 757234, 765896
  2. Losmen Cempaka Poppies Lane II 0361 754 744
  3. Cempaka II : 0361 757750
  4. Ronta Bungalow Gg. Ronta 0361 754246.
  5. Losman Arthawan ( 0361 752913 ) – Poppies Lane II
  6. Dua Dara, Poppies Lane II.
  7. Fat Yogi, Poppies Lane I (0361 751665)
  8. Sekar Bali, Poppies II, Gg Sorga
  9. Pesona Beach Inn
  10. Segara Sadhu Inn. 0361) 759909, Jl. Poppies II Gang 1 # 3A
  11. Jus Edith Bungalows 0361) 750558, Gang Ronta, Poppies Lane II
  12. Gora Beach Inn – Poppies Lane 2, Banjar Pengabetan (0361 – 75257 8)
  13. Palu’s Place, Poppies lane 2 Gg. Mangga tlp.751 694
  14. Yunna Cottage – Jl. Pantai Kuta Gg Poppies 2 (0361 – 753015)
  15. Tunjung Bali Inn – Poppies Lane 2 (0361 – 762990)
  16. Kuta Inn Poppies Lane 2, Gang Mangga No.3 (0361 – 751694)
  17. Palm Gardens Taman Nyiur – Poppies Lane 2 (0361 – 75219 8)
  18. Okie House – Poppies Lane 2 ( 0361- 752081)
  19. hotel Beneyasa II , Poppies lane 2 ( 0361- 754180)
  20. Mahendra – Poppies 1 Banjar Pengabetan (0361 – 752371)
  21. Puri Agung – Poppies 1 (0361 – 750054)
  22. Bungalows Taman Ayu – Poppies 1 (0361 – 751855)
  23. Komala Indah – Poppies 1 No. 20 (0361 – 751422)

Wisatawan ke Bali 2009 Diprediksi Melebihi Target

Dinas Pariwisata Bali optimis tingkat kunjungan wisatawan ke Bali pada tahun ini akan mencapai sekitar 2 juta wisatawan atau melebihi target yang ditetapkan sebelumnya sekitar 1,8 juta wisatawan.

Optimisme ini didasarkan pada tingkat kunjungan selama Januari hingga September yang telah mencapai 1,6 juta wisatawan.

Kepala Dinas Pariwisata Bali Ida Bagus Subhiksu pada keteranganya di Denpasar (27/11) menyatakan optimisme akan terlampauinya target tingkat kunjungan juga disebabkan oleh tidak terlalu berpengaruhnya tingkat kunjungan akibat kasus rabies, dan kasus penyakit lainnya.

Jika kondisi ini terus berlanjut ditargetkan tingkat kunjungan wisatawan ke Bali pada 2010 mencapai 2,2 juta wisatawan.

”Untuk sementara mungkin kita pasang 2,1 juta atau 2,2 juta wisatawan untuk 2010. kita akan lihat kedepan juga kondisinya seperti apa” kata Ida Bagus Subhiksu.

Subhiksu menambahkan khusus untuk tingkat hunian hotel di Bali secara rata-rata saat ini mencapai 75-80 %. Wisatawan yang berkunjung ke Bali masih tetap didominasi oleh wisatawan asal Australia dan Jepang. (mlt)


Nenek Moyang Gajah Hanya Sebesar Babi

Apakah ukuran gajah sudah jumbo atau besar sejak dulu? Ternyata tidak. Nenek moyang gajah yang hidup jutaan tahun lalu hanya berukuran sebesar babi dewasa. Sejarah nenek moyang gajah ini dapat Anda ketahui dengan berkunjung ke Museum Gajah di Gianyar Bali.

Museum gajah ini terletak di Desa Tegalalang, Gianyar, Bali, sekitar 40 kilometer arah timur laut Kota Denpasar. Untuk bisa masuk ke museum gajah ini, pengunjung anak-anak dikenakan tiket masuk sekitar Rp 35 ribu, sementara pengunjung dewasa dikenakan tiket masuk sebesar Rp 95 ribu.

Di museum ini, para pengunjung bisa melihat sejarah perjalanan hidup gajah, mulai 50 juta tahun lalu hingga gajah yang hidup di masa sekarang.

Pengunjung antara lain dapat melihat gading gajah Mammoth berusia 20 ribu tahun yang ditemukan di Alaska Amerika Serikat dan Siberia Rusia. Tak hanya gading gajah purba Mammoth, pengunjung juga bisa melihat fosil gigi Mammoth dan sisa-sisa rambut Mammoth.

Selain bisa melihat fosil gajah purba Mammoth yang hidup sekitar 20 ribu tahun lalu, pengunjung juga bisa melihat sisa fosil nenek moyang gajah ‘Palaeomastodon’ yang hidup sekitar 5 juta tahun lalu.

“Fosil ‘Palaeomastodon’ yang dipamerkan di museum ini merupakan fosil yang ditemukan di wilayah Jawa Timur beberapa tahun yang lalu,” jelas Dedy Ramlan, Manajer Museum Gajah.

Selain bisa melihat aneka fosil gajah purba, di museum ini pengunjung juga bisa mengetahui sejarah perkembangan gajah mulai 50 juta tahun lalu hingga saat ini.

“ Di tempat ini pengunjung bisa melihat gambar nenek moyang gajah seukuran babi dewasa yang disebut ‘Moeritherium’ yang hidup 50 juta tahun lalu, nenek moyang gajah seukuran sapi yang disebut ‘Palaeomastodon’ yang hidup 5 juta tahun lalu, gajah ‘Stegodon’, Mammoth setinggi 4 meter, hingga gajah yang hidup di jaman sekarang ini dengan tinggi 1,5 hingga 2 meter,” tambah Dedy.

Aneka kerajinan dari tulang dan gading gajah dari abad ke- 17 dan 18 juga bisa disaksikan di museum ini. Kerajinan yang dipamerkan ini berasal dari beberapa suku atau kebudayaan di wilayah Asia hingga Afrika. (art)

Desa Taro

Desa Taro berjarak sekitar 45 kilometer dari Kuta. Di desa ini terdapat sebuah hutan desa yang dihuni oleh sekelompok lembu putih. Binatang ini dikeramatkan oleh masyarakat setempat. Biasanya binatang ini menjadi pelengkap sarana upacara di Bali. Sebagai pelengkap, lembu putih tersebut dibawa ke tempat upacara dan oleh penyelenggara upacara dituntun mengelilingi areal/tempat upacara mulai dari arah timur ke selatan dan seterusnya berkeliling sebanyak tiga kali. Upacara ini disebut dengan mapepada atau purwa daksina. Setelah Upacara tersebut selesai lembu putih dikembalikan lagi ke hutan Desa Taro, setelah disuguhi berbagai sesajian.

Selain itu, di desa ini juga terdapat atraksi wisata baru yaitu trekking gajah. Di sini kamu dapat menunggangi gajah berkeliling hutan melewati jalan setapak di sekitar Desa Taro. Bila mau, kamu dapat mengarahkan gajah yang kamu tunggangi tersebut berenang di dalam kolam.

Tiket

Untuk dapat berkeliling dengan menunggang gajah, kamu harus membayar tiket sebesar US$ 45.

Akses

Meskipun tak terlalu lebar, jalan menuju desa Taro cukup bagus. Kamu dapat dengan mudah menjangkaunya dengan kendaraan apa saja. Sayangnya tidak tersedia angkot menuju kawasan ini.

Pura Ponjok Batu

Kawasan Pura Ponjok Batu merupakan sebuah tanjung yang terdiri atas bebatuan. Dari celah–celah batu tersebut tumbuh pohon Kamboja dan semak belukar. Meski semak, ia tampak indah berpadu dengan batu karang yang hitam. Beberapa sumber air bertebaran di sekitar lokasi pura. Penduduk setempat memanfaatkannya untuk keperluan sehari-hari.

Dalam bahasa Bali ponjok batu berarti Tanjung Batu. Lingkungan Pura yang terletak sekitar 24 kilometer di sebelah timur Singaraja ini merupakan lingkungan pura tempat pemujaan umum untuk mohon keselamatan. Pura ini berada persis di pinggir jalan raya menuju Amlapura. Di seberang jalan tersebut terlihat pemandangan Laut Jawa yang terbentang luas.

Di samping keindahan alamnya, lagi-lagi daya tarik pura ini adalah keindahan arsitekturnya yang gaya khas yakni seluruh bangunan terbuat dari susunan batu batu alam yang terdapat di sekitar lokasi.

Kerajinan Perak di Bali

Desa Celuk,Pusat Kerajinan Emas dan Perak di Bali

Celuk adalah nama sebuah desa di Sukawati, Gianyar, Bali.
Biasanya perjalanan ke celuk adalah bagian dari  Kintamani tour :

1. Melihat tari Barong Dance
2. Desa Tohpati
3. Desa Celuk
4. Desa Mas atau Batuan
5. Desa Tegallalang
6. Kintamani (Danau Batur)
7. Pura Tirta Empul (Spring Water Temple)
8. Pura Goa Gajah (elephant Cave Temple)

Citra yang paling menonjol tentang desa Celuk adalah sebuah desa obyek wisata kerajinan emas perak.
Desa yang terletak di Kecamatan Sukawati, dengan lokasi desa yang sangat strategis sekitar 10 km ke arah timur laut dari Denpasar, desa Celuk berada dalam jaringan desa-desa pengerajin yaitu desa Batubulan, desa Batuan, desa Mas.
Hasil kerajinan emas dan perak yanag dihasilkan di desa Celuk memiliki kualitas yang bermutu tinggi serta mampu memproduksi dalam kuantitas yang besar. Hampir semua keluarga dan penduduk desa Celuk terampil dan seni dalam mengembangkan kreasi desain dan variasi terkait dengan kerajinan emas dan perak dimana hasil produksinya telah memasuki pasar lokal, nasional dan international. Beragam jenis kreasi dan variasi perhiasan, baik sebagai cendramata maupun komoditi ekspor diproduksi di desa ini seperti cincin, gelang, kalung, anting-anting, giwang, bross dan berbagai jenis perhiasan lainnya.
Sebagai desa obyek wisata, Celuk dapat dikunjungi setiap hari untuk melihat dari dekat para seniman yang sedang berkreasi membuat perhiasan emas dan perak yang bermutu tinggi. Di sini kita juga bisa membeli langsung perhiasan-perhiasan di etalase yang dipajang langsung di workshop para seniman.

Memasuki wilayah desa Celuk, kecamatan Sukawati, kabupaten Gianyar ke arah Kintamani dari Denpasar, di kanan kiri jalan banyak berjejer art shop. Hampir seluruhnya memajang dan menjual kerajinan perak.

Kerajinan perak itu dipajang di rak-rak kaca tembus pandang. Di beberapa art shop, rak kaca itu sengaja dipamerkan sehingga, meskipun hanya lewat, turis dapat melihat barang-barang kerajinan dari perak tersebut. Maka, tidak sedikit turis yang kemudian singgah. Hanya melihat-lihat atau bahkan membeli banyak kerajinan perak itu.

Perhiasan itu antara lain anting, cincin, gelang, kalung, liontin, dan bros. Peralatan makan beberapa diantaranya adalah sendok, garpu, piring, bokor (yang kadang-kadang dipakai untuk tempat banten ketika sembahyang), cangkir, gelas, dan semacamnya.

Kalau Anda tertarik, tidak usah canggung untuk masuk dan melihat-lihat barang. Sebab dengan senang hati, penjaga art shop akan mempersilakan kita masuk dan melihat-lihat kerajinan yang mereka pajang. Penjaga art shop itu biasanya berpakaian adat ringan, namun ada juga yang berpakaian baju masing-masing art shop.  Rak-rak itu dipajang membentuk huruf U mengikuti bentuk ruangan. Pajangannya berlapis-lapis. Maksudnya, dari yang paling luar kemudian ada rak lagi di bagian lebih dalam. Antara lapis satu dengan lapis lain ada jarak sekitar 0,5 meter yang memungkinkan pengunjung untuk bergerak leluasa.

Selain itu juga ada rak yang letaknya persis dekat dinding. Umumnya rak yang menempel ini untuk kerajinan yang berfungsi sebagai pajangan misalnya kipas dan keris itu tadi. Di antara rak-rak yang dekat dinding ruangan ini juga ada beberapa lemari untuk tempat kerajinan seperti cincin dan liontin. Setiap rak menggunakan kaca bening sebagai dinding. Sehingga pengunjung yang datang bisa melihat kerajinan itu dari sisi depan, belakang, maupun kanan kiri. Atau kalau kita ingin melihat lebih detail, karyawan yang menemani akan mengambilnya untuk kita. Kita bisa bertanya kalau ada hal yang kurang jelas. Di setiap kerajinan itu selalu terdapat harga yang ditulis di kertas yang menempel pada benda tersebut. Biasanya harga dalam dolar. Tapi untuk turis lokal, harganya tentu saja dalam rupiah.

Barang-barang kerajinan disusun berdasarkan kategori apakah itu perhiasan, perlengkapan makan, atau pajangan. Di dalam rak perhiasan, cincin akan dipajang bersama atau berdampingan dengan anting, bros, gelang, liontin, cemiti, rantai, dan semacamnya. Gelas akan dipajang dekat dengan teko, piring, tatanan meja, sendok, dan garpu. Sedangkan kipas, miniatur sepda motor, rumah gadang, kunci raksasa, becak, dan pajangan lain akan bersebelahan.

Kalau selesai melihat-lihat rasanya kurang afdhol kalau kita tidak beli kerajinan tersebut sekalian. Harga kerajinan itu bergantung jenisnya. Benda paling murah adalah liontin seharga sekitar Rp 35.000. Sedangkan paling mahal bisa sekitar Rp 12 juta yaitu miniatur kapal layar. Sehari-hari, kerajinan paling laris adalah perhiasan yang rata-rata harganya tidak sampai Rp 1 juta seperti liontin dan cincin. Harga tiap jenis perhiasan juga tergantung modelnya. Setiap perhiasan paling tidak punya 40 model. Jadi, meskipun sama-sama anting, bentuknya ada yang kecil ada juga yang memanjang atau melingkar. Harga setiap jenis berbeda.
Harga di kertas itu bisa berbeda kalau kita menawar. Melalui tawar menawar, biasanya pembeli bisa mendapatkan barang dengan harga separuh dari harga di kertas.
Menariknya, kalau Anda belanja kerajinan perak di tempat ini, Anda juga bisa melihat-lihat proses pembuatan kerajinan tersebut. Secara umum ada dua proses pembuatan yaitu secara tradisional dan secara modern. Tapi ada juga yang menggabungkan keduanya. Semua proses itu dilakukan sebagian maupun seluruhnya di toko yang menjual kerajinan.

Celuk mulai dikenal sebagai daerah produksi kerajinan perak sejak sekitar tahun 1976. Pada saat itu, booming pariwisata mulai terasa di Bali. Turis mancanegara pun berdatangan ke Bali. Salah satu tempat yang menjadi objek wisata tersebut, selain pantai Kuta adalah gunung Batur dan Kintamani.

Turis yang akan ke Kintamani dari Denpasar pasti akan lewat Celuk. Sebab ketika itu satu-satunya jalan yang menghubungkan Denpasar dan Kintamani memang harus lewat Celuk. Beberapa turis kemudian mampir ke Celuk untuk melihat kerajinan perak tersebut dan membelinya. Dari situlah informasi tentang Celuk sebagai produsen kerajinan perak mulai menyebar di kalangan pariwisata Bali. Seiring dengan kemajuan pariwisata Bali, Celuk pun semakin dikenal oleh turis yang berdatangan. Hingga akhirnya semakin banyak pula perajin perak di Celuk. Warga desa Celuk yang semula menjadikan pengrajin perak sebagai pekerjaan nomor dua alias sambilan pun kemudian beralih menjadikan pekerjaan utama. Awalnya pertanian adalah sumber pendapatan utama, namun saat ini hampir seluruh warga Celuk hidup dari kerajinan perak.

Umumnya, untuk barang kerajinan sederhana semacam cincin, di tiap art shop terdapat beberapa pengrajinnya.Selain ada pengrajin sendiri, mereka juga membeli dari pengrajin lokal.

Produk kerajinan perak buatan Celuk ini juga beredar di beberapa pusat penjualan souvenir di Bali seperti Pasar Sukawati, Gianyar yang berjarak sekitar 3 km dari Celuk atau Pasar Kumbasari, Denpasar. Kerajinan perak ini juga dijual di beberapa kawasan wisata di Bali seperti Kuta, Sanur, Nusa Dua, Ubud, dan Kintamani. Selain harganya berbeda, secara psikologis tentu akan lebih puas kalau belanja kerajinan perak di tempat pembuatannya langsung, di Celuk. Tinggal Anda yang menentukan pilihan kerajinan perak macam apa yang Anda inginkan.

Namun, ada beberapa hal yang bisa dijadikan acuan kalau berburu kerajinan perak di Celuk Sukawati. Pertama, sebaiknya Anda datang dengan guide atau paling tidak dengan teman yang bisa berbahasa Bali. Sebab dengan demikian, komunikasi antara kita dengan penjual akan lebih terbuka. Ini akan memudahkan pada proses penawaran. Kedua, tidak usah sungkan untuk melihat satu per satu barang yang dicari sebelum memutuskan membeli barang yang mana. Sebab, setiap produk minimal punya 40 model. Jadi, harus sabar mencari barang yang pas untuk dibeli. Ketiga, jangan terlalu cerewet apalagi kalau sampai tidak jadi membeli. Sebab, menurut beberapa penjual, mereka paling tidak suka dengan turis yang terlalu banyak omong tapi tidak jadi membeli barang. Keempat, kalau menawar, tawarlah harga hingga separuh dari harga yang diberikan oleh pedagang. Kalau beruntung, Anda bisa mendapatkan barang itu dengan separuh harga. Juga sebaiknya pakai rupiah saja bukan dolar biar lebih murah.

Bedugul

Bedugul merupakan suatu kawasan Pariwisata yang terletak pada ketinggian + 1240 m dari permukaan laut. Daerah ini sangat sejuk dengan temperatur rata-rata 180C pada malam hari dan 240C pada siang hari. Denpasar-Bedugul-Alas Kedaton-Tanah Lot merupakan suatu rute perjalanan yang sangat menyenangkan dari Denpasar menuju Bedugul. Bedugul adalah daerah pegunungan yang dingin di mana terdapat sebuah danau (Danau Beratan) dan Pura Ulun Danu. Kita dapat menikmati pemandangan alam yang indah serta tempat rekreasi air dan lain-lain. Dari Bedugul kita menuju obyek wisata Alas Kedaton, dimana terdapat ratusan ekor kera dan kelelawar di hutan yang mengelilingi Pura Alas Kedaton yang dibangun sekitar abad XV Masehi. Setelah itu kita meneruskan perjalanan ke Tanah Lot yang sudah tidak asing lagi bagi wisatawan seluruh mancanegara. Di Tanah Lot terdapat sebuah pura di tengah laut dan bila matahari akan tenggelam di ujung laut, maka terciptalah suatu pemandangan yang sangat indah.

Musium di Bali

Bali Art Centre

Jalan Nusa Indah, Denpasar Timur, tel. (0361) 227176

Memamerkan lukisan-lukisan modern dan juga ukiran kayu di sebuah area yang sangat luas yang terdiri dari beberapa bangunan dan juga panggung terbuka dan tertutup untuk tarian-tarian, dilengkapi dengan fasilitas restaurant, toko-toko, dan fasilitas lainnya. Buka dari jam 8am sampai 5pm, Selasa sampai Minggu. Pesta Kesenian Bali diadakan setiap tahunnya sekitar bulan Juni dan Juli. Perpaduan antara kesenian yang ada di Bali maupun luar Bali bahkan kesenian dari beberapa negara luar juga dipertunjukan disini. Berlangsung selama sebulan penuh, pameran kerajinan tangan dan juga tarian-tarian selalu dipertunjukan setiap harinya.

Agung Rai Museum of Arts (ARMA)
Jalan Pengosekan, Ubud, tel. (0361) 976659.

Buka setiap hari dari jam 8am – 6pm. Berbagai koleksi dan pameran dapat dilihat dari satu ruangan ke ruangan yang lain meliputi berbagai ragam gaya lukisan yang ada di Bali dan beberapa hasil karya dari pelukis-pelukis Jawa dan juga pelukis-pelukis dari manca negara

Museum Antonio Blanco
Campuhan Ubud, tel. (0361) 975502

Kekhasan dari lukisan Blanco adalah lukisan erotis atau wanita tanpa busana dan dia adalah salah satu pelukis ahli untuk potret diri.


Museum Arkeologi

Desa Pejeng, Gianyar, tel. (0361) 942352

Buka dari jam 8am sampai 3pm setiap hari kerja. Berbagai variasi perhiasan ataupun ornamen-ornamen, peralatan-peralatan dari jaman batu atau jaman perunggu dipamerkan disini.

Perpustakaan sejarah Gedong Kirtya
Jalan Veteran, Singaraja. tel.(0362) 25141

Satu-satunya museum yang berada di Buleleng. Berlokasi di Buka dari jam 7am – 3pm, Senin – Kemis, Jumat setengah hari dan Sabtu Minggu tutup. Untuk yang sangat tertarik dengan sejarah Bali dan juga informasi tentang bagaimana Belanda pada saat di Bali dulu, museum ini sangat direkomendasi untuk dikunjungi. Ada sekitar 3000 lontar tua yang ditulis pada daun lontar, dan berbagai cerita, berita dan penanggalan dari jaman penjajahan Belanda.

Museum Bali
Jalan Letkol Wisnu, Denpasar. Tel (0361) 235059.

Buka setiap hari kecuali hari Senin dari jam 8am sampai 5pm and tutup 2 jam lebih awal pada hari Jumat. Berbagai ragam benda, dari mulai benda bersejarah, lukisan-lukisan tua dan modern, kerajinan tangan khas Bali, alat-alat tradisional, sampai contoh kain ikat, miniatur upacara agama, dan contoh tarian yang ada di Bali dipamerkan di museum ini.

Bangunan-bangunan yang ada di museum ini juga sangat menarik. Masing-masing bangunan mencerminkan model bangunan istana/puri yang terdapat di daerah Bali.

Museum Manusa Yadnya
Mengwi

Buka setiap hari namun sering tidak ada karyawan yang bertugas. Ada dua bangunan yang memamerkan gambar ataupun model ragam upacara manusa yadnya (upacara untuk manusia) yang ada di Bali.

Museum Neka
Jalan Raya Campuhan Ubud, tel (0361) 975074

Buka setiap hari dari jam 9am – 5pm. Sangat direkomendasikan untuk siapa saja yang tertarik dengan perkembangan lukisan di Bali. Museum ini yang dibuka tahun 1982, terdiri dari beberapa bangunan yang ditata dengan kebun yang indah.

Museum Puri Lukisan
Jalan Raya Ubud, tel.(0361) 975136

Buka setiap hari dari jam 8am – 4pm. Ada beragam lukisan / fine arts dipamerkan di beberapa bangunan terpisah dengan kebun yang tertata, dilengkapi dengan kolam, patung-patung dan air mancur.

Museum Subak
Jalan Raya Kediri Desa Sanggulan, Tabanan tel. ( ) 810315

Buka dari jam 8am – 2pm, Senin sampai Kemis, tutup jam 11am hari Jumat dan 12.30pm hari Sabtu. Tempat yang tepat untuk mengetahui ataupun mendalami system irigasi dan pertanian di Bali.

Rudana Museum
Peliatan Teges Ubud Bali

Museums Antonio Blanco
Jl. Raya Campuhan-Ubud-Bali

Museum Le Majeur
Jl. Hangtuah Sanur

Museum Kirtya
Jl. Vetran Singaraja

Museum Pasifika
BTDC Area Block P Nusa Dua

GALERI

Art Corner
Jl. Raya Kerobokan 38 Kuta Seminyak

Bamboo Gallery
Yayasan Bamboo Lestari
Jl. Nyuh Kuning, Pengosekan, Ubud

Biasa Gallery
Jl. Seminyak No. 34 Seminyak-Bali

Danes Art Veranda
Jl. Hayam Wuruk 159 Denpasar Bali

Exhibit Gallery
Jl. Petitenget 106

Esok Lusa Gallery
Jl. Raya Seminyak

Franklin Lee Art Gallery
Jl. Laksmana 34A Kuta

Ganesha Gallery
Four Sesions Hotel Jimbaran

Gaya Fushion of Senses
Jl. Raya Sayan Ubud Bali

Heart Gallery
Jl. Karang Mas Sejahtera 100 Jimbaran

I Wayan Winten Gallery
Teges Ubud-Bali

Jenggala Gallery
Jl. Uluwatu II, Jimbaran

Kendra Gallery
Uma Sapna Villa Seminyak

Klinik Seni Taxu Gallery
Jl. Gunung Rinjani IX A No. 8 Denpasar Bali

Komaneka Gallery
Jl. Monkey Forrest Ubud-Bali

Krane Gallery
Main Road
Lungsiakan North Ubud

Low Art Gallery
Jalan Raya Ubud-Bali

Mata Gallery
Jl. Basangkasa No. 215 Seminyak

Natural Fibre Gallery
Warung Made Newlan Anwar

Open Space Gallery
Jl. Danau Tambilngan

Quidzy Gallery
Jalan Kunti II/No. 20

Paros Gallery
Jl. Pantai Purnama Br. Pala Sukawati

Raka Fine Art Gallery
Jl. Raya Mas No. 86 Mas-Ubud

Sembilan Gallery
Jl. AA Gede Rai, Lodtunduh , Ubud

Sika Contemporary Art Gallery
Jl Raya Campuhan Ubud-Bali

Tony Raka
Jl. Raya Mas No. 86 Mas, Ubud

Widuri & Sena Gallery
Jl. Raya Sanggingan , Ubud-Bali

Pantai Kuta

Pantai Kuta yang lebar, berpasir putih bersih merupakan daya tarik tersendiri bagi wisatawan, sehingga ada ucapan, Datang ke Bali tanpa mengunjungi Kuta belumlah lengkap. Di kala senja di saat Surya mulai terbenam, Kuta menyajikan pemandangan yg sangat indah dan romantis. Sambil menikmati hembusan udara sejuk menyegarkan, Kuta sering dipakai tempat berolah raga sore yang mengasyikkan. Pada tahun 1930, Kokes mempromosikan Bali sekaligus Kuta, serta memberikan inspirasi pembangunan Hotel berarsitektur Kotij (cottage).
Kini Kuta telah mampu menjadi pusat pariwisata Bali, karena telah dapat menyediakan fasilitas lengkap sesuai kebutuhan wisatawan seperti berbagai penginapan dan hotel, pusat-pusat perbelanjaan, tempat rekreasi, kehidupan malam begitu semarak, sarana dan fasilitas olahraga seperti Bungy jumping, water boom dan lain sebagainya.

Wisata Ubud

Ubud, yang dapat ditempuh dalam 1 jam perjalanan dari Kuta dan 30 menit dari Denpasar, menawarkan wisata seni dan budaya untuk pengunjungnya.

Semenjak pariwisata di Bali booming, kawasan Ubud pun berkembang menjadi sentra untuk hasil kerajinan seni di Bali mulai dari ukiran kayu, kerajinan emas dan perak, lukisan dan seni lainnya. Kehidupan budaya lokal Bali pun masih terlihat berjalan di sini.

Tidak heran, banyak wisatawan asing yang tertarik untuk belajar seni di kawasan Ubud. Mereka tinggal di sini dan sehari-harinya diisi dengan belajar berinteraksi dengan penduduk lokal.

Desa Mas, di wilayah Ubud, dikenal sebagai pusat penghasil ukiran kayu yang tiada duanya. Hampir di sepanjang jalan dan rumah anda akan menjumpai ukiran seni khas Bali dalam bentuk galeri yang jumlahnya ratusan.

Lain halnya dengan desa Celuk yang dikenal sebagai pengrajin emas dan perak, juga menjadi tempat favorit untuk mendapatkan cinderamata.

Dalam rute perjalanan atau tour, dari Ubud perjalanan anda bisa dilanjutkan untuk mengunjungi Kintamani.

Untuk kebutuhan akomodasi, Ubud menawarkan banyak pilihan yang menawarkan “private escape” suasana jauh dari keramaian dengan pemandangan perbukitan yang asri. Diantaranya Pitamaha resorts, Maya Ubud, Four Seasons Sayan Resort dan hotel berkelas internasional lainnya adalah sebagian kecil contoh.



Contact Person 24 Hour
Made Suma
WhatsApp

(+62) 81 2366 8609


Blackberry Messenger

 PIN  : 28B7E4F6
 Hotline
+62 81 2366 8609

Padma Str. Legian - Kuta
Bali - Indonesia 
Phone +62 85 100 492090
info@sewamobilbali.org

 
Choose Language  Version


GPS disewakan

Pencarian
Sewa Mobil Bali
 

Settle Bus
Sewa Bus
Sehari:
Rp. 1.650.000
Setengah hari:
Rp. 1.450.000
Lihat lebih detail:
Tabel Harga

Book Now
Toyota Kijang LGX
Toyota Kijang LGX
Tanpa Supir:
Rp.250.000/hari
Dengan Supir :
Rp.450.000/10 jam

Book Now
Suzuki APV
Suzuki APV
Tanpa Supir :

Rp.225.000/hari

Dengan Supir :
Rp.450.000/10 jam

Book Now
Suzuki Estilo
Suzuki Karimun Estilo
Tanpa Supir :

Rp.175.000/hari

Dengan Supir :
Rp.400.000/10 jam

Book Now
Suzuki Karimun
Suzuki Karimun
Tanpa Supir :
Rp.150.000/hari

DEngan Supir :
Rp.425.000/10 jam

Book Now
Toyota Kijang Innova
Toyota Innova
Tanpa Supir :
Rp.350.000/hari

Dengan Supir :
Rp.700.000/10 jam

Book Now
Toyota Avansa
Toyota Avanza
Tanpa Supir :
Rp.225.000/hari

Dengan Supir :
Rp.450.000/10 jam

Book Now
Suzuki Jimny Katana
Suzuki Jinmy
Tanpa Supir :
Rp.125.000/hari

Dengan Supir :
Rp.350.000/10 jam

Book Now
Daihatsu Xenia
Daihatzu Xenia
Tanpa Spir:
Rp.225.000/hari

With Driver:
Rp.450.000/10 jam

Book Now

Daihatzu Taruna
Tanpa Supir :
Rp.225.000/hari

Dengan Supir :
Rp.450.000/10 jam

Book Now


KIA Pregio
Dengan Supir:
Rp.675.000/10jam
Book Now


KIA Travello
Dengan Supir :
Rp.675.000/10jam

Book Now